Workshop “Bangun Desa Ekspor untuk Indonesia” Digelar: Sinergi UKM Eksporter Indonesia, KampusUKM.id, dan Kemendesa PDT

Selasa, 17 Juni 2025 | Pasar Rebo, Jakarta —
UKM Eksporter Indonesia bersama KampusUKM.id dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT) sukses menggelar workshop bertajuk “Bangun Desa Ekspor untuk Indonesia (Desa Bisa Ekspor)”. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Ditjen Pembangunan Perdesaan dan Daerah Tertinggal (PPDT), Gedung B Kemendesa PDT, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Workshop ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem ekspor dari desa, sekaligus membangkitkan semangat pelaku usaha desa agar mampu menembus pasar global.
Acara ini menghadirkan para narasumber inspiratif, antara lain:
-
Dewi Harlas – Founder UKM Eksporter Indonesia
-
Tuhu Eko – Co-Founder UKM Eksporter Indonesia
-
Dika Yudistira – Direktur Eksekutif Cah Angon Foundation & Founder Local Champion Indonesia
-
Nicholas Dennis – CEO PT Persatuone Indonesia & Founder BD Ekspor
-
Sony Wicaksono – Founder Indonesia Berdaya Saing
-
David Alfa Sunarna – CEO Work
-
Alvin Purwana – CEO PT Sinergi Juara Lokal & Founder Lokal Champion Sinergi
Para narasumber membagikan pengalaman serta strategi praktis untuk membangun desa berbasis ekspor, mulai dari pembentukan ekosistem usaha, riset pasar luar negeri, hingga penciptaan produk desa yang kompetitif di pasar global.

Dalam sambutannya, Dewi Harlas menyampaikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk ekspor apabila dibekali pengetahuan dan akses pasar yang memadai. “Sudah saatnya desa naik kelas. Melalui program ini, kami ingin menyiapkan SDM, ekosistem, dan jejaring yang kuat agar desa bisa langsung terhubung dengan buyer internasional,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Tuhu Eko menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kunci keberhasilan ekspor dari desa adalah kolaborasi. Pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha harus berjalan beriringan untuk membangun ekosistem ekspor dari akar rumput,” katanya.
Workshop ini juga membuka ruang diskusi interaktif dengan peserta dari berbagai daerah dan lembaga pendamping desa. Kehadiran para praktisi yang sudah terjun langsung di dunia ekspor memberikan insight konkret dan inspiratif tentang bagaimana langkah nyata untuk membawa produk-produk desa ke pasar global.
Dengan tema besar “Desa Bisa Ekspor”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional dalam mendorong desa sebagai poros ekonomi baru yang berdaya saing tinggi di kancah internasional.








