
Bahan apa yang digunakan untuk fumigasi?
Bahan kimia yang biasanya digunakan dalam kegiatan fumigasi yaitu :
– Gas vikane (Sulfuryl Flouride) dan
– Methyl Bromide.
Bahan kimia apa yang digunakan dalam fumigasi?
Pengasapan formaldehida telah lama menjadi metode yang diterima untuk area-area yang memerlukan kebersihan mikrobiologis.
Pengasapan dengan uap formaldehida merupakan metode yang dikenal dan paling umum digunakan karena merupakan prosedur yang hemat biaya.
Beberapa jenis fumigasi yang dilakukan berdasarkan negara tujuan adalah:
FUMIGASI FCL
Fumigasi yang dilakukan pada kontainer yang sudah penuh muatan barang. Fumigasi ini merupakan cara yang paling umum digunakan untuk pengiriman barang ke luar negeri.
FUMIGASI LCL
Fumigasi yang dilakukan pada kontainer dengan jumlah barang yang sedikit sehingga dicampur dengan barang dari pemilik lain.
FUMIGASI AQIS
Fumigasi yang dilakukan untuk komoditi ekspor sesuai dengan standarisasi prosedur Badan Karantina Nasional.
FUMIGASI AIR FREIGHT
Fumigasi yang dilakukan untuk barang atau komoditi ekspor yang dikirim dengan pesawat atau alat angkut udara lainnya.
FUMIGASI STANDAR
Fumigasi yang memiliki sertifikat fumigasi berstandar AFASID.
Selain itu, ada juga beberapa jenis fumigasi lainnya, yaitu:
– Fumigasi ruangan,
– Fumigasi di bawah sungkup plastik,
– Fumigasi kapal,
– Fumigasi pallet.
FUMIGASI AQIS
Fumigasi AQIS adalah proses fumigasi khusus untuk kontainer ekspor yang ditujukan ke Australia. Fumigasi merupakan proses pembasmian hama atau organisme hidup berbahaya pada barang ekspor atau impor dengan menggunakan fumigan.
AQIS adalah singkatan dari Australian Quarantine and Inspection Service,
yaitu lembaga pemerintah Australia yang bertanggung jawab untuk mengelola tahapan karantina dan biosekuriti. Standar AQIS merupakan salah satu regulasi karantina yang diterapkan untuk memastikan keamanan dan regulasi pengiriman produk
FUMIGASI ISPM
Fumigasi pallet kayu adalah proses perlakuan yang dilakukan pada produk-produk berbahan kayu seperti pallet kayu untuk memastikan bahwa semua hama seperti serangga telah dihilangkan. Proses ini dimaksudkan untuk memenuhi standar keamanan internasional ISPM 15.
ISPM 15 – yang berarti Standar Internasional untuk Tindakan Fitosanitari – adalah peraturan untuk perlakuan panas pada palet dan kemasan kayu . Semua bahan kayu yang lebih tebal dari 6 mm yang digunakan untuk pengiriman produk antarnegara tunduk pada peraturan tersebut.
Apa itu PEST CONTROL ?
Jasa pengendali hama lingkungan inilah yang biasa dikenal dengan istilah pest control. Secara umum, pest control merupakan suatu bidang usaha jasa yang memiliki tugas utama untuk mengendalikan hama lingkungan atau permukiman, seperti nyamuk, lalat, kecoa, semut, tikus, dan lain sebagainya.

Manfaat Fumigasi
Fumigasi memiliki banyak manfaat yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam pengendalian hama di berbagai industri. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari fumigasi:
1. Menurunkan Risiko Penurunan Nilai Komoditas
Dengan melakukan fumigasi, risiko penurunan nilai komoditas dapat dikurangi. Hama yang dapat merusak komoditas seperti produk pertanian, barang dalam gudang, atau produk dalam kontainer dapat dibasmi sehingga kualitas dan nilai komoditas tetap terjaga.
2. Memenuhi Persyaratan Ekspor
Fumigasi merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengekspor produk ke beberapa negara. Fumigasi memastikan bahwa produk bebas dari hama dan dapat diterima di negara tujuan. Setelah proses fumigasi selesai, perusahaan akan mendapatkan sertifikat fumigasi yang menjadi bukti bahwa produk telah melalui proses pengendalian hama.
3. Melindungi Peralatan dan Infrastruktur
Fumigasi juga penting untuk melindungi peralatan dan infrastruktur dari kerusakan yang disebabkan oleh hama. Misalnya, rayap dapat merusak struktur kayu, sementara tikus dapat merusak kabel listrik. Dengan melakukan fumigasi, kerusakan tersebut dapat dicegah.
4. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan
Selain melindungi produk dan infrastruktur, fumigasi juga membantu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Hama seperti kecoa, tikus, dan serangga lainnya dapat membawa penyakit yang berbahaya bagi manusia. Dengan membasmi hama-hama ini, risiko penyebaran penyakit dapat dikurangi.
Kesimpulannya, fumigasi adalah metode yang efektif untuk mengendalikan hama dan melindungi produk serta infrastruktur dari kerusakan. Dengan memilih jenis fumigasi yang tepat dan mengikuti proses yang benar, manfaat maksimal dari fumigasi dapat diperoleh.







